Laki-laki
memang selalu menjadi daya tarik bagi wanita. Tapi tidak mungkin semuanya
menarik. Ada beberapa cara wanita memandang laki-laki. Apalagi saat awal-awal
bertemu, tidak kenal. Kita pasti tidak tahu kepribadiannya bagaimana. Tapi,
untuk sementara kita bisa menilainya dari penampilan fisik atau bagaimana
pertemuan awal itu terjadi:
1.
Gaya
Rambutnya
Rambut itu menjadi mascot
atau symbol kepribadian seseorang dan mampu mewakili suasana hatinya. Aku suka
laki-laki berponi. Poni samping. Orang berponi menandakan kalau dia itu ramah
dan siap menerima apa yang di depannya. Apalagi saat dia mengibaskan poninya. Wawww…
Aku Terpana. Aura dia akan semakin terpancar indah dan penuh fatamorgana. Orang
yang berwajah imut pasti berponi. Selain itu, suasana hangat pun juga
terpancar. Rambut ini akan selalu menghiasi raut wajah sang laki-laki.
Bagaimana dia memperhatikan dan menunjukkan dirinya kepada orang lain.
Gaya poni artis idolaku
adalah Rayn Wijaya (Pemain Manusia Harimau), Jordhy Virga (Cakep-Cakep Sakti),
Justin Bieber di Album Myword.
Namun demikian,
laki-laki dengan gaya rambut yang lain pun tidak kalah menarik. Gaya rambut
cool ala jabrik atau jambul ayam juga tak kalah keren. Asalkan tidak digundul.
Jangan lupa beri aksen berdiri pada rambut, sehingga akan kelihatan lebih cool.
Gaya artis dengan
rambut ini adalah Justin Bieber dalam Vclip Beauty and A Beat, Boy William. Ih
Total bangets coolnya.
*Rambut adalah senjata
utama untuk pertemuan awal.
2.
Berpakaian
Pakaian menjadi style
yang tak pernah lekang oleh waktu. Ya iyalah. Manusia beragam, maka cara
berpakaian mereka dalam menentukan berpakaian pun ada banyak. Bahkan aneh-aneh.
Aku gak suka orang yang berpakaian formal. Aku suka yang santai, bahkan
urak-urakan. Aku gak suka laki-laki pakai jas hitam atau semacam almamater. Aku
suka dia yang pakai kaos atau pakai kemeja, pakai sepatu kets. Dan jam tangan
bagian kanan. Keren abis n total bangets kan.
3.
Cara
Memandang
Kalau melakukan
pembicaraan, jangan lupa memandang. Karena dengan memandang, isi pembicaraan
akan lebih mudah dimengerti. Lebih jelas kepada siapa dia bicara. Gerakan bibir
akan mempengaruhi bagaimana dia mengungkapkan isi hati dan menjadi tanda
jawaban yang harus ku berikan. Cara memandang menunjukkan daya akomodasi
matanya, apakah dia menatapmu dengan maksimal atau dia. Intinya adalah untuk
menunjukkan kekuatan daya tarik dia terhadapmu. Untuk menentukan apakah dia
ingin aku menanggapinya atau hanya ingin aku mendengarkan ceritanya saja.
Aku gak suka kalau
hanya dijadikan sebagai pendengar meskipun jika dalam keadaan demikian aku
tidak bias menolak. Aku lebih suka diajak bicara serius diiringi becanda biar
gak kaku, tapi tetap ada komunikasi dua arah yang proporsional serta memberikan
kesempatan berbicara.